Halaman

Minggu, 06 Januari 2013

NOVEL KEMI 1

KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat

KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat
zoom Zoom image
Kuliah di kota besar memang banyak resiko, terlebih ketika memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga yang kurang jelas siapa pemilik dan para donatur beasiswanya. Dan itulah yang dialami oleh KEMI. KEMI dimanfaatkan oleh Farsan yang telah mengajak dan memberikannya peluang KEMI bisa kuliah di Universitas Damai Sentosa. Di kampus Kemi tidak hanya kuliah seperti mahasiswa normal di kampus-kampus lainnya, namun ternyata KEMI banyak terlibat dalam Jaringan Islam Liberal yang menyamakan semua agama, dengan paham Liberalisme, Pluralisme, multikulturalisme, kesetaraan Gender, yang diperjuangkan di kampus kebebasan ini. Saat ini KEMI jauh dari ajaran agama yang diyakininya, bagi KEMI shalat itu tidak perlu dilaksanakan secara formal atau biasa kita lakukan, melainkan yang terpenting adalah shalat sosial, yang jelas-jelas salah.

Aktivitas KEMI dengan kawan-kawan sindikatnya banyak dihabiskan untuk mensukseskan proyek-proyek orang-orang liberal, KEMI dan Siti salah satu korban dari paham ini, semakin hari semakin aktif menjadi trainer-trainer pelatihan untuk menyebarkan paham-paham yang diyakininya.

Rahmat, yang juga teman KEMI, seorang santri teladan sekaligus kepercayaan Kiayi Rois, kiayi yang simpatik, karismatik, dalam ilmu dan rendah hati. Rahmat juga dipercaya menjadi pengajar di pesantrennya. Rahmat sosok pemuda yang tampan, gagah, jago bela diri, dan tentu memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Rahmat menemukan hal yang tidak beres dengan kepergian KEMI meninggalkan pesantren. Rahmat merasa masalah KEMI bukan masalah yang sederhana, melainkan masalah serius, yang mendorongnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Rasa kangen dengan sahabatnya dan pesan dari mimpi yang dialaminya, mendorong kuat Rahmat untuk menemui KEMI.

Pemandangan yang tidak disangka yang terjadi dalam perubahan diri sahabat karibnya. Rahmat melihat banyak keganjilan yang dialami oleh KEMI, Rahmatpun tahu apa yang sebenarnya telah merubah diri temannya itu. Dalam sebuah perbincangannya dengan KEMI Rahmat dieprtemukan dengan suasana debat yang cukup memanas, debat dari pandangan yang bertolak belakang.

Rahmat kian teguh dengan pendirianya. Begitupun KEMI merasa yakin dengan paham barunya. Paham yang menurutnya semua agama itu sama, mau Islam, Kristen, Hindu, Budha, Yahudi dll. KEMI meyakini Tuhan semua agama itu sama, hanya berbeda dari cara menusia meyakini dan menyembahnya saja. Perdebatan serupun terpaksa harus berakhir karena waktu yang telah larut malam.

Namun diakhir perdebatannya, KEMI memberikan sebuah tantangan yang cukup berat kepada Rahmat. KEMI berkeyakinan bahwa seseorang itu tergantung dari lingkungannya. Namun rahmat tidak sepakat dengan teori KEMI, akhirnya KEMI menangtang Rahmat untuk meniggalkan pesantren dan mengikuti jejak langkahnya kuliah di Universitas Damai Sentosa.

Setelah berbicara dengan Pak Kiayi Rois, dan mendapatkan bekal-bekal yang cukup banyak akhirnya Rahmat menerima tantangan KEMI. Jalan cerita yang seru, menggugah, dan ayik dinikmati. Dikisahkan bahwa dihari pertama kuliah Rahmat telah mampu membuat mati kutu Dosen dan sekaligus Rektor kampusnya Prof Abdul Malikan namanya.

Siti yang juga teman KEMI menjadi penambah seru suasana dalam novel itu. Siti anak kiayi Masyur di Banten, terpaksa jadi korban paham-paham liberal. Merasa menemukan orang yang tepat yaitu Rahmat. Siti tahu banyak tentang Rahmat. Akhirnya Siti membuka semua rahasianya kepada Rahmat, dan tentu hal ini sangat menguntungkan Rahmat. Ia mendapat banyak masukan informasi mengenai jaringan yang sedang didalaminya.

Usaha KEMI dikatakan tidak berhasil ketika Rahmat sediktipun tidak berubah dengan pemikirannya, terlebih ketika Rahmat telah mematikan pemikiran seorang Kiyai dari Jawa Barat yang telah dibuatnya bertobat setelah mengisi seminar dan akhirnya Kiayi itu meninggal seketika setelah diberikan saran untuk segera bertobat oleh Rahmat. Kejadian langka ini membuat Rahmat menjadi sering muncul di layar kaca, Rahmat jadi terkenal bahkan orang-orang kampungnya pun sampai tahu.

Perjuangan yang tak sia-sia ketika Rahmat bisa membuka sindikat jaringan Islam liberal ini yang ternyata jelas-jelas mereka hanya mementingkan nafsu dunianya, bukan utnuk menciptakan kerukunan sebagaimana yang digemakan dalam aksi-aksinya. Semua berujung ketika KEMI disiksa habis-habisan termasuk Siti yang telah lebih dulu di racun oleh Roman seorang dedengkot paham liberal yang telah memanfaatkan proyek berduit itu. Roman terpaksa harus berurusan dengan kepolisian, setelah menyiksa KEMI di Rumah Putih.

KEMI dan SITI masuk rumah sakit karena ulah Roman yang merasa kecewa karena Roman menganggap Kemi telah membawa orang yang salah. Rahmat perjuangannnya ternyata banyak sekali yang membantu. Termasuk Kiayi Rois, santri-santri dipesantrennya, Ahmad Petuah seorang redaktur sebuah surat kabar, dan juga peran Polisi bernama Tawakal yang juga merupakan murid Kiayi Rois. Semua menjadi lengkap ketika Siti bertobat dan kembali mau mengabdikan dirinya di pesantren. Kisah akhir yang memilukan ketika KEMI terpaksa harus kehilangan semua memorinya dan membuat ia hidup tidak normal. Sementara Siti harus berbahagia karena ia telah menjadi seorang ustadzah yang mengabdikan sisa hidupnya di pesantren.

Inti pesan dari novel ini adalah bagaimana kita sebagai orang Islam yang harus senantiasa berhati-hati dengan semua godaan dan tawaran-tawaran finansial ataupun pemikiran baru dari orang-orang yang jelas-jelas ingin merusak akidah kita sebagai muslim. Mereka berkata-kata dengan sangat halus dan indah, mereka sungguh menggoda, dunia bisa menyilaukan kita, hati-hati karena syaitan ada dimana-mana. Paham liberal kian meluas, mereka mulai menjajahi pola pikir dan kurikulum pendidikan kita, mari kita bendung dengan ilmu dan iman agar kita dan Islam bisa selamat.

”Selamat membaca karya yang jarang ada bahkan belum pernah ada sebelumnya. Untuk para pemuda mari kita berjuang semoga bisa seperti Rahmat yang berjuang untuk menegakan kebenaran yang hakiki”.
Price: 55000.00 Rp

Kamis, 22 Maret 2012

mahfudzhot

Mahfudzot kelas 2

12 02 2010 شرح المحفوظات
مقرر للصف الثاني
بكلية المعلمين الإسلامية
شرح المحفوظات
مقرر للصف الثاني
الطبعة المنقحة
صفر 1427/ مارس 2006
بمعهد دار السلام كونتور الحديث للتربية الإسلامية
قسم المنهج الدراسي بكلية المعلمين الإسلامية
المواد المقررة لدرس المحفوظات للصف الثاني
الفصل الدراسي الثاني الفصل الدراسي الأول
الإقتصاد 1 الحث على التعلم (1) 1
المقتطفات (2) 2 أدب المجالسة 2
المقتطفات (3) 3 الشرف بالأدب 3
احترام المعلم و الطبيب 4 قال الإمام الشافعي رضي الله عنه (1) 4
المقتطفات (4) 5 الحث على التعلم (2) 5
قال الإمام الشافعى رضي الله عنه (2) 6 حق الوالدين 6
الحث على التعلم (3) 7 التواضع (1) 7
للبوصيرى في تحذير هوى النفس 8 التواضع (2) 8
أسبوع المراجعة الصدق 9
الحكم والأمثال السائرة (1) 9 النصيحة 10
الحكم و الأمثال السائرة (2) 10 أسبوع المراجعة
المواد لعملية التدريس بقر ما تعتني تنال ما تتمنى 11
الحكم و الأمثال السائرة (3) 11 الكشافة 12
الحكم و الأمثال السائرة (4) 12 المقتطفات (1) 13
الرحلة في طلب الغنى 13 الصبر 14
لعمرو بن الوردى في طلب العلم 14
المقدّمة
الحمد لله الذي خلق الإنسان علّمه البيان. والصلاة والسلام على خير الأنام سيّدنا محمّد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أمّا بعد، فهذه هي درس المحفوظات المقرّرة للسنة الثانية بكلّيّة المعلّمين الإسلاميّة معهد التربية الإسلاميّة كونتور فونوروكو. بعد أن رأيت أنّ بعض المدرّسين يشعرون بالصعوبة في فهم هذه الدروس وشرحها أمام التلاميذ لنقصان تجاربهم في التدريس وقصور معلوماتهم في هذه المادّة فقمت بشرحها وتوضيح مقاصدها مستعينا بالله فأتيت بمثل هذا الشرح البسيط راجيا من الله تعالى عسى أن يكون نافعا للمدرّسين ولغيرهم من القارئين والمستفيدين ولنا جميعا.
تمّ هذا الشرح بعون الله وبمساعدة بعض المدرّسين المخلصين جزاهم الله الخيرات في شهر رجب سنة 1408 المعادل بشهر مارس سنة 1988.
القائم بالشرح
الأستاذ الحاج محمّد رحمت
التوجيهات والإرشادات
1. هذا الكتاب “المحفوظات وشرحها” خاصّ للمدرّسين فلا يجوز للتلاميذ أن يستحقّوا أو ينقلوه.
2. عند التعليم لايجوز للمدرّسين أن يكتبوا شرح هذه المحفوظات بل اللازم عليه أن يشرحها شفهيّا.
3. قبل البدء في التعليم على المدرّسين أن يقرؤوها ويحفظوها ويستوعبوا بيانها وأن يستعدّوا تمام الاستعداد حتّى استطاعوا النجاح في التعليم.
4. يجب على المدرّسين معرفة النقط المهمّة من هذا الدرس من الآداب الحسنة أو الحصال المحمودة أو المبادئ الأساسيّة للحياة و أن يغرسها في نفوس التلاميذ.
5. يلزم للمدرّسين أثناء تدريسهم (عند الإمكان) أن يربطوا هذا الدرس بالدروس الأخرى أو ا لحوادث الاجتماعيّة أو الوقائع التاريخيّة التي تؤكّد شقّة التلاميذ وتزيدهم شوقها.
6. أن يكون المدرّسون قدوة حسنة لتلاميذهم في جميع النواحي.
7. أن يتبع المدرّسون في تعليمهم الطرق الصحيحة في التدريس.
8. على جميع مدرّسي المحفوظات أن يفصحوا ويفتّشوا كتابة التلاميذ في كرّاساتهم لعلها وقعت في الخطأ فيصلحوها ويجوز ذلك في كلّ مناسبة. فالازم مرتان في السنة على الأقلّ يعني قبل بدء كلّ الامتحان.
9. يلزم للمدرّسين أن ينبّهوا تلاميذهم أنّهم لايجوز لهم أن يخلّطوا كتابة المفردات أو معاني الكلمات الغامضة في كرّاسة واحدة مع متون المحفوظات بل عليهم أن يكتبوها في كرّاسة خاصّة لها.
الإعداد في التعليم
إنّ من أهمّ الشروط في التعليم هو الإعداد، لأنّ نجاح المدرّس في تعليمه نتوقّف كثيرا على وجود إعداده وكماله فيجب على المدرّس قبل البدء في تعليمه أن يستعدّ استعدادا كاملا روحيّا ومادّيّا.
والمراد بالإعداد الروحي هو عزيمته القويّة في التعليم وشوقه فيه ونشاطه في مهنته وخلوص نيّته طلبا لمرضاة الله وغزارة علومه الراسخة في ذهنه بكثرة اطلاعه على الكتب المتنوّعة واستشارته ذوي العلوم والمعارف ومهارته في طريقة تعليمه حتّى يكون للمدرّس خيرا في مهنته وكلّ ما يكون لازما للتعليم ملكة له.
أنّا الإعداد المادّي هو عبارة عن موادّ الدروس المكتوبة في كرّاسةٍ خاصّة وهو يشمل الدروس التي يلقيها المدرّس أمام تلاميذه، والكلام الذي يخرجه لبيان هذه الدروس فيكون كلامه صحيحا فصيحا مرتّبا حتّى يستطيع تلاميذه أن يفهموه يسهولة.
ويشمل كذلك بيان كلّ ما سيير عليه المدرّس في تدريسه مدّة حصّة من خطواته وحركاته بعد التفكير الدقيق والفهم العميق فلايقع بذلك في خطأ في تعليمه.
وممّا يلزم لكلّي مدرّس قبل بدئه في التدريس ولايمكن إهماله هو استشارته من مشرفه في إعداده لتصحيحه وإصلاحه فيما عساه أن يكون فيه من الخطأ ثمّ ليستمضيه دلاله على صحّة إعداده.
وهكذا من الأمور اللازمة لكلّ مدرّس بل هي تعتبر من أهمّ الواجبات، فعليه أن يعملها يوميّا قبل البدء في التعليم.
الخطوات التي يلزم أن يسير عليها مدرّس المحفوظات:
- الافتتاح: دخول الفصل بالإعداد الكامل وبالأدوات اللازمة للتعليم مع
إلقاء السلام ثمّ تنظيم الفصل (إذا لم يكن منظّما) ثمّ السؤال عن المادّة ثمّ كتابتها وكتابة التاريخ.
- المقدّمة: وهي الأسئلة أو التطبيق عن الدرس الماضي على قدر الكفاية ثمّ ربطها بموضوع جديد ثمّ كتابة هذا الموضوع على السبّورة ثمّ تقيسم السبّورة قسمين: قسما لكتابة المفردات وآخر لكتابة متون المحفوظات.
وهذه الإسئلة: أ. الأسئلة عن مضمون الدرس.
ب. الأسئلة عن النقط المهمّة في هذا الدرس.
ج. حفظ المحفوظات.
د. الأمر بشرحها.
- العرض:
1- شرح الكلمات الغامضة على طريقة جديدة: تلفيظ كلّ كلمة ثمّ كتابتها على السبّورة ثمّ بيان معناها بوضعها في جملة مفيدة أو بوسائل الإيضاح.
2- تلخيص الدرس: أن يبيّنه بيتا فبيتا إن كانت المحفوظات نظما أو جزءا فجزءا إن كانت نثرا وحينئذ يجب على المدرّس أن يبيّنها بالجدّ والنشاط وبالوضوح وبالتشويقات ويربطها بدروس أخرى عند الإمكان. وعليه الاستنتاج أو أخذ النقط المهمّة وغرسها في نفوس تلاميذه. وحينئذ يجوز له التكرار لتكون قوّة التأثير أكيدة حتّى يكون أثره راسخا في أذهانهم. ثمّ ذكر متن المحفوظات التي سبق بيانها شفهيّا والوضوح وبسلاسة فيحاكيه جميع التلاميذ، ثمّ كتابتها على السبّورة بخطّ نسخي صحيح واضح ثمّ قراءتها مرّة. وهكذا يسير المدرّس في تلخيص الأبيات أو الأجزاء التالية.
3- قراءة المدرّس ما على السبّورة من الدرس مع ملاحظة من التلاميذ.
4- كتابة التلاميذ ما على السبّورة تحت إشراف المدرّس ثمّ قراءة المدرّس كشف الغياب.
5- أمر المدرّس بعض تلاميذه بقراءة كتابتهم مع الإصلاح من المدرّس.
6- يجوز للمدرّس أن يعطي تلامييذه فرصة للسؤال عمّا لم يفهموه من الدرس إذا رآه ضروريّا. ويجوز كذلك أن لايعضيهم هذه الفرصة لأنّهم يسفهمون دروسهم بعد القراءات المتوالية. ولأنّ إعطاء الفرصة لهم قد يؤدّي إلى الخسارة فبمثل هذا على المدرّس أن يكون حكيما.
7- أمر المدرّس تلاميذه بقراءة دروسهم صامتة كانت أم جهرة إعدادا لإجابة الأسئلة من المدرّس في التطبيق.
8- أمر المدرّس تلاميذه بإقفال كتبهم وكرّاساتهم للتطبيق وعليه أن يمسح المفردات المكتوبة على السبّورة.
- التطبيق:
1. الأسئلة عن مضمون الدرس.
ب. شرح التلاميذ بعض الأبيات.
ج. الاستنتاج/ أخذ النقط المهمّة من الدرس.
د. الأسئلة عن المفردات.
ه. الحفظ التدريجي والمحو التدريجي / عند الإمكان
- الاختتام:
الإرشادات والمواعظ وغرس النقط المهمّة في نفوس التلاميذ مرّة أخرى ثمّ خروج المدرّس من الفصل مع إلقاء السلام.
الحَثُّ عَلَى التَعَلُّمِ 1
وَالجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَإِنْ كَانَ شَيْخًا # العَالِمُ كَبِيْرٌ وَإِنْ كَانَ حَدَثًا
وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ # تَعَلَّمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا
صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ المَحَافِلُ # وَإِنَّ كَبِيْرَ القَوْمِ لاَعِلْمَ عِنْدَهُ
المفردات:
: مثل من كمن : الأمر الحثّ
: اجتمعت التفّت : صغير السنّ حدث
: كبير السن شيخ : المجالس المحافل
الشرح:
1- إنّ ذا العلوم الكثيرة يعتبر كبيرا (يستطيع أن ينزل منزلة رجل كبير) ولو كان هذا الرجل شابّا صغير السنّ وضدّ ذلك أنّ الجاهل يعتبر صغيرا ولو كان كبير السنّ. ولهذا السبب يجب على كلّ فرد أن يتعلّم بجدّه ونشاطه منذ صغره إلى كبره كي يكون رجلا عالما ذا مهمّات.
2- يجب عليك أن تتعلّم بالجدّ والنشاط لأنّ الإنسان لا يولد وهو عالم وكذلك إنّ العالم ليس مثل الجاهل في جميع أموره.
3- إنّ رئيس القوم الذي لاعلم عنده يكون صغيرا إذا اجتمع مع هؤلاء العالمين في المحافل أو المجالس.
الخلاصة:
من هذه الأبيات الثلاثة نفهم أنّنا يجب علينا أن تتعلّم لأنّنا نرى
أهمّية العلوم لكّل فرد في جميع أموره وأحواله.
______________
أَدَبُ الْمُجَالَسَةِ 2
فَاجْلِسْ إِلَيْهِمْ بِالكَمَالِ مُؤَدَّبًا # إِنْ أَنْتَ جَالَسْتَ الرِجَالَ ذَوِي النُهَى
وَاجْعَلْ حَدِيْثَكَ إِنْ نَطَقْتَ مُهَذَّبًا # وَاسْمَعْ حَدِيْثَهُمْ إِذَا هُمْ حَدَّثُوْا
المفردات:
: عاملت : عاشرت جالست : المعاملة المجالسة
: مؤدّبا مهذّبا : تكلّمت نطقت
: ذوي العقول : العقلاء : العلماء ذوي النهى
الشرح:
1- إذا عاشرت هؤلاء العلماء أو العظماء فيجب عليك أن تعاشرهم بكمال الأدب، ولايجوز لك أن تعمل شيئا أمامهم بغير أدب ولا أخلاق كريمة.
2- ومن الأدب أنّهم إذا تكلّموا يجب عليك أن تستمع كلامهم استماعا جيّدا وإذا أردت أن تتكلّم أو أن تقول شيئا فيجب عليك أن تتكلّم كلاما حسنا أو قولا مهذّبا.
الخلاصة:
من هذين البيتين نرى أنّه يجب على كلّ فرد أن يكرم العلماء والرؤساء وأن يكون متخلّقا بأخلاق كريمة عند مجالستهم.
______________
الشَّرَفُ بِاْلأَدَبِ 3
إِنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلىَ الأَدَبِ # لاَتَنْظُرَنَّ ِلأَثْوَابٍ عَلَى أَحَدٍ
إِنْ لَمْ يَكُنْ فيِ فِعْلِهِ وَ الخَلاَئِقِ # وَمَا الحُسْنُ فيِ وَجْهِ الفَتَى شَرَفًا لَهُ
وَ لْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ مَالاً # فَلْيَنْظُرَنَّ إِلىَ مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا
المفردات:
: الطبائع الخلائق : الشابّ الفتى
: الكرم الشرف : أردتَ رمتَ
: تحته دونه
الشرح:
1- إذا أردت أن تعرف شأن أحد أَ كريمٌ هو أم حقير، فانظر إلى أدبه وأحواله ولاتنظر إلى جمال أثوابه وحسن زينته، فإنّ قيمة كلّ إنسان بأدبه لا بلباسه.
2- اعلم أنّ حسن وجه الفتى لا يكون سببا لشرفه إذا لم يكن هذا الفتى حسَن الخلائق وطيّب الأعمال.
3- إذا أردت أن تكون رجلا حسن الأدب فعليك أن تنظر إلى من هو أحسن منك أدبا لتتبعه، وإلى من هو أقلّ منك مالا وإلى من كان أشدّ فقرا منك لتساعد فيزداد بذلك حسن أدبك.
الخلاصة:
من هذه الأبيات نرى أنّه يجب علي كلّ فرد من الناس أن يكون له أخلاق كريمة لأنّ الشرف لاينال إلاّ بالأخلاق الكريمة أو بالآداب الحسنة.
قَالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِي رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ 4
فَأَرْشَدَنِي إِلىَ تَرْكِ المَعَاصِيْ # شَكَوْتُ إِلىَ وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي
وَنُوْرُ اللهِ لاَيُهْدَى لِعَاصِي # وَ أَخْبَرَنِيْ بِأَنَّ العِلْمَ نُوْرٌ
المفردات:
: هداني أرشدني : أظهرت : ذكرت شكوت
: صعوبتي في الحفظ سوء حفظي : مف. المعصية المعاصي
: يعطى يهدى : أستاذ الإمام الشافعي وكيع
الشرح:
1- قال الشافعي : إنّه شكا إلى أستاذه أنّه شعر بصعوبة الحفظ و أخيرا أرشده أستاذه و أمره بأن يترك المعاصي والذنوب.
2- وبيّن أستاذه بأنّ العلم نور، وأنّ العلم كمثل النور، ونور الله لا يعطى لمن يعمل المعاصي.
الخلاصة:
نعرف من هذين البيتين أنّ اجتناب ا لمعاصي أمر لازم على كلّ فرد، لأنّ المعاصي تزيل نور الله أو هداية الله، وتؤدّي إلى صعوبة التعلّم.
______________
الحَثُّ عَلَى التَعَلُّمِ 5
تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ # مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً
فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ # وَمَنْ فَاتَهُ التَعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ
إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لاَ اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ # حَيَاةُ الفَتَى وَاللهِ بِالعِلْمِ وَالتُقَى
المفردات:
: مشقّة التعلّم ذلّ التعلّم : يشعر يذوق
: حقارة الجهل ذلّ الجهل : تركه فاته
: التقوى التقى : شعر : شرب تجرّع
: لا قيمة لا اعتبار
الشرح:
1- من لم يشعر قطّ بصعوبة التعلّم وبمشقّته فلا بدّ له من أن يكون جاهلا و سيشعر عاقبة جهله طول عمره.
2- ومن لم يتعلّم وقت صغره ولم ينتهزْ فرصه لطلب العلم فاعتبر أنّه مات ولا حياة له لعدم المنافع التي ترجى منه.
3- اعلم أنّ الفتى يعتبر أنّه يحيى حياة حقيقيّة إذا اتّصف بالعلم والتقى. ولا اعتبار لحياته إذا لم تكن هاتان الصفتان في نفسه.
الخلاصة:
من هذه الأبيات الثلاثة نعلم أنّ البيت الأوّل يبيّن أهمّية العلم ومضرّة الجهل.
والثاني يبيّن أنّ أحسن أوقات التعلّم هو وقت الشباب.
والثالث يبيّن أنّ الحياة لابدّ من أن تكون مؤسسة على العلم والتقى. فيجب على كلّ فرد منّا التعلّم وتقوى الله.
______________
حَقّ اْلوَالِدَيْنِ 6
بَعْدَ حَقِّ اللهِ فيِ الاِحْتِرَامِ # إِنَّ لِلْوَالِدَيْنِ حَقًّا عَلَيْنَا
فَاسْتَحَقَّا نِهَايَةَ الإِكْرَامِ # أَوْجَدَانَا وَرَبَّيَانَا صَغِيْرًا
المفردات:
: هذّبانا ربّيانا : جعلانا موجودين أوجدانا
: غاية نهاية : استوجب : استأهل استحقّ
: الاحترام الإكرام
الشرح:
1- يجب على كلّ واحد منّا أن يحترم والديه لأنّ الوالدين لهما حقّ في الاحترام بعد حقّ الله عليه.
2- وهما اللذان صارا وسيلة لوجودنا في هذه الدنيا و هما اللذان ربّيانا تربية حقيقيّة منذ صغرنا وهما اللذان اشتغلا لأجل أهمّيتنا، ولهذه الأسباب لهما حقّ بأن نحترمهما غاية الاحترام.
الخلاصة:
يجب على كلّ فرد منّا احترام الوالدين لأنّهما سبب لوجودنا ومسؤولان في تربيتنا منذ صغرنا إلى كبرنا.
______________
التَّوَاضُعُ (1) 7
فَإِنَّ رَفِيْعَ القَوْمِ مَنْ يَتَوَاضَعُ # تَوَاضَعْ إِذَا مَا نِلْتَ فيِ النَاسِ رِفْعَةً
فَإِنَّ اتِضَاعَ المَرْءِ مِنْ شِيَمِ العَقْلِ # تَوَاضَعْ إِذَا مَا كَانَ قَدْرُكَ عَالِيًا
المفردات:
: مرتبة رفعة : ضدّ التكبّر التواضع
: قيمتك قدرك : كبير القوم: شريف القوم رفيع القوم
: تذلّل اتضاع : مف. شيْمَةٌ: صفة شِيَمٌ
الشرح:
1- يجب عليك أن تكون متواضعا بين الناس لاسيّما إذا نلت درجة عالية بينهم لأنّ أعلى الناس درجة هو الذي يريد أن يتواضع ولا يكون متكبّرا.
2- يجب عليك أن تتواضع إذا كانت منزلتك عالية لأنّ التواضع من عادات العقلاء ومن صفات العظماء.
الخلاصة:
يجب على كلّ فرد أن يتواضع خصوصا إذا نال درجة عالية لأنّ التواضع من طبيعة العقلاء.
______________
التَّوَاضُعُ (2) 8
عَلَى صَفَحَاتِ المَاءِ وَهُوَ رَفِيْعُ # تَوَاضَعْ تَكُنْ كَالنَجْمِ لاَحَ لِنَاظِرٍ
إِلىَ طَبَقَاتِ الجَوِّ وَهُوَ وَضِيْعُ # وَلاَ تَكُنْ كَالدُخَانِ يَعْلُو بِنَفْسِهِ
المفردات:
: عالٍ رفيع أوجه صفحات: : ظهر لاح
: يرتفع يعلو : حقير : دنيء وضيع
الشرح:
1- كن متواضعا، وإذا كنت متواضعا فتكون كالنجم الذي رآه أحد كأنّه تحت الماء ولكنّ الواقع أنّه في مكان مرتفع، أي أنّك إذا تواضعت في معاشرتك مع الناس ولا تفرّق بين الغني والفقير ولا بين الشريف والحقير فأنت تستطيع أن تنال المرتبة العالية.
2- ولا تتكبّر فإنّ مثل المتكبّر كمثل الدخان الذي يرتفع بنفسه إلى جوّ السماء ولكن الواقع أنّه لايستطيع الوصول إلى مكان مرتفع. وكذلك شأن المتكبّر الذي لا يريد أن يعاشر إلاّ العظماء والأغنياء دون غيرهم فإنّه لايكون شريفا أو عظيما بل سقط بعمله هذا إلى هوّة الدناءة والحقارة.
الخلاصة:
1- عليك أن تتواضع في معاشرتك مع الناس فإنّك بتواضعك تستطيع أن تنال الدرجة العالية.
2- لايجوز لك أن تتكبّر بين الناس، فإنّ تكبّرك يؤدّي إلى سقوط مرتبتك.
______________
الصِّدْقُ 9
تَكْذِبْ فَأَقْبَحُ مَا يُزْرِي بِكَ الكَذِبُ # عَلَيْكَ بِالصِدْقِ فيِ كُلِّ الأُمُوْرِ لاَ
أَوْ عَادَةِ السُوْءِ أَوْ مِنْ قِلَّةِ الأَدَبِ # لاَ يَكْذِبُ المَرْءُ إِلاَّ مِنْ مَهَانَتِهِ
المفردات:
: دناءة مهانة :يعيب يزري
الشرح:
1- يجب عليك أن تكون صادقا في كلامك بل في جميع الأمور ولا يجوز لك أن تكون كاذبا، لأنّ أقبح صفة يتّصف بها الإنسان هو الكذب.
2- لايكون المرء كذبا إلاّ بسبب حقارته أو دناءته أو قبح أعماله أو بطبائعه السيّئة أو بسبب قلّة الأدب.
الخلاصة:
يجب على كلّ واحد منّا أن يكون صادقا و أن يجتنب الكذب لأنّ الكذب دليل على المهانة أو قلّة الأدب.
______________
النَّصِيْحَةُ 10
وَتَخَلَّقَنَّ بِأَشْرَفِ العَادَاتِ # اُسْلُكْ بُنَيَّ مَنَاهِجَ السَادَاتِ
مِنْهُ الأَجَلَّ ِلأَوْجُهِ الصَدَقَاتِ # وَإِذَا اتَّسَعْتَ بِرِزْقِ رَبِّكَ فَاجْعَلَنْ
المفردات:
: مف. منهج: طريق مناهج : سِرْ : مرّ اسلك
: الأكبر: الأكثر الأجلُّ : مف.السائد: السادات
: جهات أوجه : المجيد : الشريف
: كنت واسع الرزق اتسعت برزق
الشرح:
1- يا بنيّ افعل كما فعل هؤلاء الأشراف وعوّد نفسك بالعادات الشريفة ولا تتعوّد بالعادات السيّئة.
2- وإذا وجدت رزقا واسعا من ربّك فخذ القسم الأكبر من هذا الرزق لأجل الصدقات لمساعدة الفقراء أو المساكين وغيرهم.
الخلاصة:
البيت الأوّل يأمرنا بأن نتعوّد بالأخلاق الحسنة.
البيت الثاني يأمرنا بأن نتصدّق كثيرا إذا وجدنا رزقا كثيرا من الله تعالى.
______________
بِقَدْرِ مَا تَعْتَنِيْ تَنَالُ مَا تَتَمَنَّى 11
وَمَنْ طَلَبَ العُلىَ سَهِرَ اللَّيَالِ # بِقَدْرِ الكَدِّ تُكْتَسَبُ المَعَاليِ
أَضَاعَ العُمْرَ فيِ طَلَبِ المُحَالِ # وَمَنْ طَلَبَ العُلَى مِنْ غَيْرِ كَدٍّ
المفردات:
: تطلب : تنال تكتسب : بحسب بقدر
: الشرف : الرفعة العلى : مف. معلاة: الشرف المعالي
: أزال ــِـ أضاع ــِـ : ما نام ليلا سهر
: تريد : تتأمّل تتمنّى : الشيء المستحيل المحال
: تهتمّ تعتني
الشرح:
1- إنّك تستطيع أن تنال ما ترجوه بقدر اهتمامك به فلا يمكن أن تنال المعالى أو الدرحة العالية إلا بقدر الجدّ في العمل والسعي أي أنّه إذا جدّ أحدٌ واجتهد كثيرا نال أكثر ممّن لايكون مجدّا في سعيه. ومن أراد أن ينال الرفعة وجب عليه أن يسعى بجهده ليلا ونهارا و ألاّ يضيع أوقاته فارغة.
2- ومن أراد أن يبلغ المنزلة العالية أو أراد أن يصل إلى غرضه من غير عمل ولا سعي فإنّ هذا الرجل لن يصل إلى غرضه بل يضيع وقته وعمره في طلب شيء مستحيل.
الخلاصة:
البيت الأوّل أو الثاني يأمرنا بالجد في السعي والعمل في طلب الدرجة العالية لأنّ الدرجة العالية لن ينال إلاّ بالجد.
______________
الكَشَّافَةُ 12
مِنْ وَاجِبِيْ الإِسْعَافُ # أَناَ الفَتَى الكَشَّــافُ
لِخِدْمَــةِ العِبَـــادِ # أَسْعَى بِكُلِّ جُهْدِيْ
بِلاَ انْتِظَــارِ مُهْـلِ # أَخْدُمُ كُلَّ أَهْلِـــي
مِنْ وَاجِبِ الإِنْسَــانِ # فَخِدْمَةُ الأَوْطَـــانِ
المفردات:
: إعطاء المساعدة الإسعاف : الشباب الحدث الفتى
: لمساعدة الأمّة لخدمة العباد : قوّتي : طاقتي جهدي
: جزاء : أجر مهل : عشيرتي: أقرباء أهلي
الشرح:
1- أنا شاب قوي الجسم و أنا الكشّاف فيجب عليّ المساعدة أي أن أساعد غيري بقدر استطاعتي.
2- أنا أسعى بكلّ جهدي و أعمل بكلّ طاقتي لأهمّية العباد أو لأهمّية المجتمع.
3- أعمل بالإخلاص لأن أكون مساعدا لأهلي ولأقربائي لأصدقائي و لا أنتظر الأجرة منهم.
4- يجب علىكلّ إنسان خدمةُ وطنهِ بأن يجعل وطنه متقدّما آمنا مطمئنّا.
الخلاصة:
هذه الأبيات الأربعة تأمرنا بأن نسعى بكلّ جهدها وبخلوص نيّتنا لأجل أهميّة الأهل و الوطن.
______________
المُقْتَطَفَاتُ (1) 13
نَدِمْتَ عَلَى التَفْرِيْطِ فيِ زَمَنِ البَذْرِ # إِنْ أَنْتَ لَمْ تَزْرَعْ وَأَبْصَرْتَ حَاصِدًا
فَإِنَّ المَعَاصِــي تُزِيْلُ النِعـَمَ # وَإِذَا كُنْتَ فيِ نِعْمــَةٍ فَارْعَهَـا
المفردات:
: الإهمال التفريط : رأيت أبصرت
: احفظ ارعَ : وقت الزرع زمن البذر
: تضيع تزيل : مف. المعصية المعاصي
الشرح:
1- إذا لم تزرع شيئا من الزروع و رأيت بعدئذ رجلا حصد نتائج زرعه شعرت بالندامة على إهمالك في وقت الزرع أي أنّ الإنسان إذا لم يعمل عملا خيرا بل ترك وقته فارغا سيندم ندامة شديدة بسبب إهماله ويظهر ذلك عندما رأى رجلا آخر ينال نتيجة عمله.
2- إذا وجدت نعمة من الله تعالى وجب عليك أن ترعاها أي تحفظها و ذلك بانتفاعها في الخيرات دون المعاصي، لأنّ المعاصي تؤدّي إلى زوال النعم.
الخلاصة:
البيت الأوّل بأمرنا بانتهاز الفرصة للأعمال الصالحة وينهانا عن التفريط.
والبيت الثاني يأمرنا بحفظ النعمة بانتفاعها في الخيرات دون المعاصي.
______________
الصَّبْرُ 14
لكِنَّ عَوَاقِبَهُ أَحْلىَ مِنَ العَسَلِ # الصَبْرُ كَالصَبِرِ مُرٌّ فيِ مَذَاقَتِهِ
وَصَبُوْرًا إِذَا أَتَتْكَ مُصِيْبَةٌ # كُنْ حَلِيْمًا إِذَا بُلِيْتَ بِغَيْظٍ
المفردات:
: طعم مذاقة : عصارة شجرة مرّة الصبِرُ
: صابر حليم : مف. العاقبة العواقب
: غضب غيظ : امتحنت بليت
: كثير الصبر صبورا
الشرح:
1- الصبر عمل شاقّ و عمل مُرٌّ مثله كمثل الصبِرِ ولكن نتائجه ألذّ وأشدّ حلاوة من العسل، ولذلك يجب عليك أن تصبر في كلّ الأمور ولوكان الصبر شاقّا (شديدا) وذوقه مرّا، لأنّ الصبر يحملك إلى النجاح والحياة السعيدة.
2- يجب عليك أن تكون صابرا إذا وجدت غضبا من غيرك لعل صبرك يحملك إلى النجاح كما يجب أن تكون صابرا إذا أصابتك مصيبة فإنّ أحسن طرق تمرّ عليه لمقابلة المصائب هو الصبر.
الخلاصة:
يجب عليك أن تصبر في جميع الأمور ولو كان الصبر مرّا لأنّ الصبر يأتيك بحياتك السعادة. وهو أحسن سلاح لمقابلة المصائب.
______________
الاِقْتِصَادُ 15
تُسْرِفْ وَعِشْ عَيْشَ مُقْتَصِدٍ # أَنْفِقْ عَلَى قَدْرِ مَا اسْتَطَعْتَ وَلاَ
لَمْ يَفْتَقِرْ بَعْدَهَا إِلىَ أَحَدٍ # مَنْ كَانَ فِيْمَا اسْتَفَادَ مُقْتَصِدًا
المفردات:
: صرّف : بذّلْ أنفق >< النقص الفضل
: اترك دع : المتّبع المقتدي
: يفيدك يعنيك
الشرح:
1- إنّ الفضل للمبتدئ أو لمن اخترع شيئا جديدا في أيّ أمر ولو كان من يأتي بعده ويواصل عمله يحسّنه ويصلحه ويأتي بما هو أحسن منه، ولذلك لايجوز لك أن تلوم (تختقر) من اخترح شيئا ولو لم يكن كاملا.
2- إذا أردت أن تطلب شيئا من الجزاء فلايجوز لك أن تطلب أكثر ممّا عملت، لأنّك إذا فعلت ذلك فأنت ملوم لأنّك تطلب شيئا ليس حقّك، فلا يجوز لك ذلك.
3- لايجوز لك الكلام إلاّ ما يفيدك ويكون مهمّا لك ومع ذلك فلا يجوز لك الكلام ولو كان نافعا أو مهمّا لك حتّى تجد موضعا لائقا أو حالاً مناسبا لكلامك.
الخلاصة:
1- لايجوز لأحد أن يشعر بأنّه أفضل من المبتدئين أو المخترعين لشيء جديد ولو قام بإصلاحه وإكماله، فإنّ الفضل بيد المبتدئين.
2- لايجوز لك أن تطلب جزاء أكثر من قيمة عملك.
3- عليك أن تترك الكلام الذي لايفيدك. وأن لاتتكلّم كلاما مفيدا إلاّ إذا وجدت موضعا مناسبا.
______________
الحِكَمُ وَالأَمْثَالُ السَائِرَةُ (3) 25
1- الوَقْتُ كَالسَيْفِ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ.
2- لاَتَشْرَبِ السُمَّ إِتِّكَالاً عَلَى مَا عِنْدَكَ مِنَ التِرْيَاقِ.
3- إِذَا أَحْبَبْتَ امْتِلاَكَ شَيْءٍ فَلاَ تُلِحَّ فيِ طَلَبِهِ.
4- إِنَّ الشَبَابَ وَالفَرَاغَ وَالجِدَةَ مَفْسَدَةٌ لِلْمَرْءِ أَيَّ مَفْسَدَةٍ.
5- رُبَّ لَفْظٍ أَفْقَدَتِ الصُحْبَةَ وَالإِخَاءَ.
المفردات:
: دواء لدفع السمّ الترياق : اعتمادا اتّكالا
: كثيرا ما ربّ : تكرّر تلحّ
: الأخوّة الإخاء : كلمة لفظة
الشرح:
1- مثل الوقت كمثل السيف فإنّ السيف إذا استعملناه بما ينفعنا وفي موضعه المناسب فإنّه ينفعنا كثيرا ولكنّه إن لم يستعمله فإنّه يضرّنا، كذلك إذا لم ننتهز أوقاتنا وفرصتنا ونملأها بالأعمال النافعة سيقطعنا ذلك الوقت بِخَيْبَةٍ من الأمل، فلذلك يجب علينا أن ننتهز الفرصة والأوقات لئلاّ نكون من الخاسرين الخائبين.
2- لايجوز لنا أن تشرب السمّ اعتمادا على أنّنا عندنا الترياق أو الدواء الذي يزيل ضرر هذا السمّ، والمراد من هذا المثل: لايجوز لأحد منّا أن يجرّب في أن يعمل عملا مضرّا أو يتقرّب من الذنوب أو الكبائر اعتمادا على أنّه قويّ الإيمان كثير الأعمال الصالحات حيث إذا ارتكب قليلا من المعاصي فلا بأس به. فإنّ هذا الرأي باطل يجب الاجتناب عنه.
3- إذا أردت أن تستحقّ شيئا وكان هذا الشيء لم يكن في يدك بل في يد غيرك مثلا فلا يجوز لك أن تكرّر في طلبه لأنّك إذا عملت ذلك فلاتستطيع أن تنال ممّا أحببته.
4- إنّ الذي يؤدّي إلى فساد المرء ويوقعه في ضرر هو:
ا- وقت الشباب
بـ- الفراغ من الأعمال
ج- كثرة الأموال
ولذلك يجب علينا أن نهتمّ بوقت شبابنا بأن ننتهز الوقت بالأعمال النافعة لمستقبل حياتنا وكذلك يلزم لنا أن نملأ أوقات فراغنا بما يفيدنا لئلاّ نقع في فساد أو في ضرر، وأن نستعمل أموالنا في الأمور النافعة، لأنّنا إذا لم نستعمل وقت الشباب والفراغ والأموال فيما يفيدنا فبهذه الثلاثة تحملنا إلى مفاسد عظيمة، فإنّ هذه الثلاثة هي من آفات الحياة.
5- كثيرا ما وقع أنّ لفظة واحدة أو كلمة واحدة قد تؤدّي إلى فساد المصاحبة والأخوّة متى كانت هذه اللفظة خرجت من اللسان من غير تفكير، ولذلك يجب على كلّ واحد أن يحفظ لسانه وألاّ يتكلّم كلاما إلاّ بعد التفكير العميق حتّى لاينزلق في كلامه.
الخلاصة:
1- يجب عليك انتهاز الفرضة لأمور نافعة لمستقبلك لأنّك إذا تركتها تمرّ من غير فائدة تندم طول حياتك لوقوعك في خيبة وخسران.
2- لايجوز لك أن تجرّب أعمالا مضرّة أو تقترف ذنبا اعتمادا على أنّك تستطيع أن تسلم نفسك من الضرر بما عندك من المزايا أو ا لفضائل.
3- لايجوز لك أن تلحّ طلب شيء محبوب عندك.
4- عليك أن تحذّر الأمور الثلاثة التي تضرّ الناس كثيرا وهي الشباب والفراغ والجدة. فإنّ هذه الثلاثة تأتي بفائدة كثيرة إذا انتفعتها وتضرّك إذا تركتها سدى.
5- يجب على كلّ إنسان أن يحتاط في كلامه وألاّ يتكلّم بغير تفكير. فإنّ لفظة واحدة قد تؤدّي إلى فساد الأخوّة.
______________
الحِكَمُ وَالأَمْثَالُ السَائِرَةُ (4) 26
1- إِنَّ فيِ يَدِ الشُبَّانِ أَمْرَ الأُمَّةِ وَفيِ إِقْدَامِهَا حَيَاتَهَا.
2- النَاسُ مِنْ خَوْفِ الذُلِّ فيِ الذُلِّ وَالنَاسُ مِنْ خَوْفِ الخَطَأِ فيِ الخَطَأِ.
3- خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا.
4- لَيْسَ الخَبَرُ كَالمُعَايَنَةِ.
5- مَصَائِبُ قَوْمٍ عِنْدَ قَوْمٍ فَوَائِدُ.
المفردات:
: المشاهدة المعاينة : شجاعة إقدام
مف. مصيبة مصائب
الشرح:
1- إنّ الشباب لهم مسؤوليّة كبيرة في شؤون الأمّة، شجاعة الشباب وإقدامهم وتقدّمهم وكفاءتهم هي التي تؤدّي إلى حياة الأمّة، ولذلك يجب على كلّ شابّ من شباب الشعب والأمّة أن يسعى بجهده وشجاعته لأهمية الأمّة ولتقدّمها في جميع نواحي الأمور.
2- يجب على كلّ واحد أن يسعى سعيا ولايجوز له أن يخاف من الوقوع في الذلّ لأنّ الخوف من الذلّ يؤدّي إلى وقوع في الذلّ وكذلك لايجوز لأحد أن يخاف من أن يعمل عملا لاعتقاد أنّه سيقع في الخطأ لأنّ الخوف من الخطأ نوع من الخطأ.
3- خير الأمور ما يكون وسطا ويكون معتدلا أي لايتجاوز عن الحدّ حتّى لايكون المرء بخيلا ولا مبذّرا ولايكون طامعا في المال ولايكون زاهدا فيه ولايكون مشغولا بدنياه ناسيا عن آخرته بالعكس. وهكذا . . .
4- معرفة المرء شيئا وفهمه بمجرّد سماع الخير من غيره ليس أحسن ممّا شاهده هو بنفسه أو بعينه ولذلك إذا أراد أحد أن يعرف شيئا تمام المعرفة أن لايقنع بمجرّد سماع الخبر من غيره، بل لابدّ له من مشاهدته ونظره بنفسه.
5- إذا وقعت المصائب أو البلايا على قوم فإنّ هذه المصائب قد تأتي بفوائد لقوم آخرين لأنّها تكون عبرة لهم بعد أن رأوا وقوع هذه المصائب عليهم كزيادة إيمانهم بالله أو توكّلهم عليه أو زيادة جدّهم في العمل أو احتياطهم في الحياة.
الخلاصة:
1- يجب على كلّ شعب تربية شبّانهم تربية صحيحة لأنّ أمر الأمّة في أيدي شبّانهم وحياة الأمّة في إقدامهم.
2- لايجوز لأحد أن يقف عن السعي خوفا من الذلّ والخطأ. لأنّ الذي يخاف عن الخطأ والذلّ وقع فيهما.
3- أحسن الأمور ما يكون وسطا ويكون على حدّ الاعتدال فلايجوز لنا التجاوز عن الحدّ في جميع الأمور.
4- معرفة الأمور بالمعاينة أدقّ من معرفتها بالخبر. فيلزمك إذا أردت معرفة شيء بدقّة أن تشاهده عيانا.
5- اعلم أنّ المصائب التي تصيب قوما لابدّ لها من الحكمة أو الفوائد للآخرين، فعليك أن تعتبرها.
______________
الرِحْلَةُ فيِ طَلَبِ الغِنَى 27
شَكَا الفَقْرَ أَوْ لاَمَ الصَدِيْقَ فَأَكْثَرَ # إِذَا المَرْءُ لَمْ يَطْلُبْ مَعَاشًا لِنَفْسِهِ
تَعِشْ ذَا يَسَارٍ أَوْ تَمُوْتَ فَتُعْذَرَ # فَسِرْ فيِ بِلاَدِ اللهِ وَالْتَمِسِ الغِنَى
وَكَيْفَ يَنَامُ مَنْ كَانَ مُعْسِرًا # وَلاَ تَرْضَ مِنْ عَيْشٍ بِدُوْنٍ وَلاَتَنَمْ
المفردات:
: ما نعيش به من الطعام والشراب معاشا
: ذا سهولة : غنيّا ذا يسار : عاب لام
: مفتقر : محتاج معسر : اطلبْ اِلتمسْ
الشرح:
1- إذا كان المرء لايرد أن يشتغل طلبا للمعيشة فإنّه سيقع فيشكو فقره إلى غيره وشعر بضيق عيشه وإذا وقع في فقر وطلب المساعدة من صديقه وهو لايريد أن يساعده فأخيرا يلومه كثيرا. ولذلك يجب على كلّ واحد أن يشتغل جهده وينتهز فرصته لأجل طلب الرزق حتّى لايقع في فقر ولا ندامة.
2- إذا لم تجد في بلادك مجالا لطلب الرزق فعليك أن تسافر إلى مكان آخر حتّى تجد مكانا مناسبا لك لطلب الرزق لأنّ بلاد الله واسعة، وإذا أردت أن تكون مثل ذلك في السعي والعمل استطعت أن تعيش أن تعيش غنيّا وإذا متَّ في أثناء سعيك فلا تكون ملوما أو معيبا.
3- لايجوز لك أن تقنع بعيش حقير أو أن تقع في فقر ولايجوز لك أن تنام من غير سعي بل الواجب عليك إذا وقعتَ في مثل هذا العيش أن تشتغل وأن تسعى بجهدك وجميع طاقتك ليلا ونهارا حتّى ولو لم تنم وكيف ينام بدون الشغل من كان فقيرا.
الخلاصة:
1- البيت الأوّل يبيّن أنّ الكسل يؤدّي إلى الفقر وأنّ الفقر مضرّ للفقير ولغيره، فالواجب على كلّ واحد منّا الجدّ في العمل طلبا للرزق.
2- البيت الثاني يأمرنا بأن نسافر إذا لم نجد في بلادنا مجالا لطلب الرزق. وإذا كان مثل ذلك في السعي استطعنا أن نكون أغنياء ولاتكون ملومين إذا متنا.
3- البيت الثالث ينهانا عن أن ننام بدون شغل لاسيّما عندما كنّا نعيش في ذلّ وحقارة.
______________
لِعَمْرُو بْنِ الوُرْدِ المُتَوَفَّى سَنَةَ 749 هـ 28
أَبْعَدَ الخَيْرَ عَلىَ أَهْلِ الكَسَلِ # اُطْلُبِ العِلْمَ فَلاَتَكْسَلْ فَمَا
كُلُّ مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ # وَلاَتَقُلْ قَدْ ذَهَبَتْ أَرْبَابُهُ
إِنَّمَا أَصْلُ الفَتَى مَا قَدْ حَصَلَ # لاَتَقُلْ أَصْلِي وَفَصْلِي أَبَدًا
المفردات:
: منزلتي فصلي مف. ربّ : أصحاب أرباب
: العلماء أرباب العلم : نسبي أصلي
الشرح:
1- يجب عليك أن تطلب العلم مدّة حياتك خصوصا في وقت الصغر، ولايجوز لك أن تتكاسل وتضيع أوقاتك الثمينة من غير فائدة. اعلم أنّ خير الدنيا والآخرة مع العلم ومن المستحيل أن ينال الكسلان العلوم والخيرات.
2- وإذا لم تجد معلّما يعلّمك فلا تيأس من طلب العلم ولايجوز لك أن تقول "إنّي لم أجد من يعلّمني فلا أتعلّم بل الواجب عليك أن تسعى بجدّك حتّى تجد معلّما يعلّمك العلوم الكثيرة ولو أن تذهب إلى بلد آخر لأنّ من سار على الدرب وصل إلى من جدّ وسار في طريقه نال ما أراده.
3- لايجوز لك أن تعتمد على أصلك أن تفتخر بآبائك وأقربائك ولو كانوا من العظماء، كأنْ تقول "إنّ أبي رجل عظيم أو أنّي من سلالة العظماء" كما لايجوز لك كذلك أن تتكبّر بفصلك أو درجتك ولو كانت درجتك عالية كأن تقول "إنّي في مرتبة عالية في المجتمع" لأنّ قيمة الفتى على قدر ما حصل عليه من الأعمال. أو أنّ الذي يقرّر درجة الفتى هو أعماله وأحواله دون غيرها.
الخلاصة:
1- البيت الأوّل يأمرنا بطلب العلم وينهانا عن الكسل لأنّ الكسل يبعدنا عن الخير.
2- البيت الثاني ينهانا عن اليأس في طلب العلم والوقوف عن التعلّم عندما لم نجد معلّما. بل الواجب الاستمرار في السعي.
3- البيت الثالث ينهانا عن التفخّر والتكبّر بالآباء ومرتبتهم العالية لأنّ كلّ إنسان بأعماله.
______________

Jumat, 02 Desember 2011

baelah siga budak leutik ge.....

Ben 10


Omnitrix
Jam tangan yang berasal dari luar angkasa yang bisa membuat anda berubah menjadi alien2 sebagai berikut

Heatblast
Kekuatan: Menyemburkan api, menembakan bola api, terbang dengan kekuatan apinya, ludah api, PANAS!!!


Wildmutt
Kekuatan: Indera penciuman yang tajam, cakar yang kuat, kayak anjing cuma lebih gede, gak punya mata alias buta tapi bisa melihat dengan insangnya (kalo anda tanya "kok dengan insang bisa ngelihat?" saya juga gak tau, tanya yang buat filmnya)


Diamondhead
Kekuatan: Menembakan kristal, membuat pedang dari kristal, membuat perisai dari kristal, mengeleuarkan kristal di tempat yang dinginkan, regenerasi, kuat


XLR8
Kekuatan: Super cepat, saat lari ada penutup muka (mungkin biar matanya gak kena debu pas lari hahaha), bisa memukul dengan ekornya, membuat angin tornado dengan berlari membentuk lingkaran, super fast kick, berlari di atas air.


Fourarms
Kekuatan:Punya tangan empat jadi kuat, bisa lompat tinggi (apalagi ya??)


Ripjaws
Kekuatan: Berenang, menyelam di air, berenang dengan cepat, rahang yang kuat, bisa di darat bisa di air, kalo terlalu lama di darat gak bisa bernafas.


Stinkfly
Kekuatan: Terbang, menyemburkan cairan lengket, ekor yang tajam,super bau (gak pernah mandi ya aliennya?)


Ghostfreak
Kekuatan: Merasuki tubuh orang lain, terbang, bisa tembus tembok, bisa tembus pandang, menakuti musuhnya (pokoknya kayak hantu)


Grey Matter
Kekuatan: Ukurannya kecil, bisa nyelip di tempat2 kecil, super genius (kecil2 hebat juga)


Upgrade
Kekuatan: Bisa bergabung dengan teknologi apapun (contoh seperti: komputer, HP, motor, mobil, pesawat dll) dan mengendalikannya sesuka hati.



Cannonbolt
Kekuatan: Bisa berubah menjadi bola, bergelinding dengan super cepat dan menabrak musuhnya, cangkang yang keras, tap jeleknya gak bisa lari



Wildvine
Kekuatan: Mengeluarkan jalar dari tubuhya, menembakan biji bom (biji bom yang ada di punggungnya), mengeluarkan duri dari tubuhnya, berbicara dengan tanaman, bisa mencakar.


Benwolf
Kekuatan: Kuat dan lincah seperti serigala, cakar yang tajam, raungan super sonik



Benmummy
Kekuatan: Mengeluarkan perban, mengikat musuhnya dengan perban, bergelantungan dengan perban (so? apa hebatnya? bingung mendingan jadi perawat aja biar bisa ngasi perban ke pasien)


Benvicktor
Kekuatan: Punya kekuatan listrik, bisa nyetrum musuhnya, gak bisa disetrum



Upchuck
Kekuatan: kecil dan gemuk, bisa makan apa aja, menembakan tembakan plasma setelah mencerna makanannya (Q: jadi kalo udah makan baru bisa nembak tembakan plasma? A: yoii)



Ditto
Kekuatan: Menduplikat diri, bandel, cerdas

Way Big
Kekuatan: Ukurannya yang super besar, kuat (iihh sereem...)



Eye Guy
Kekuatan: Bisa melihat ke segala arah soalnya punya mata disekujur tubuhnya, tembakan laser dari matanya, pendengaran super sonik kayak kelelawar, cuman sayangnya gak bisa terbang kayak kelelawar

Kamis, 22 September 2011

kejadian penting waktu ospc 2011

NO
NAMA KEJADIAN
HARI/TANGGAL
TEMPAT
1
SERTIJAB
Jum’at/ 15 januari 2010
Kampus Ponpes Condong
2
SIMON PERDANA
jum’at/ 22 januari 2010
I’anah Lantai 2
3
SIMON II
Sabtu/ 30 januari 2010
I’anah Lantai 2
4
SIMON III
Sabtu/ 06 februari 2010
I’anah Lantai 2
5
SIMON IV
Sabtu/ 12 februari 2010
I’anah Lantai 3
6
Jum’at/ 19-20 februari 2010
Kampus Ponpes Condong
7
SIMON V
Sabtu/ 20 februari 2010
I’anah Lantai 3
8
SIMON VI
Sabtu/ 27 februari 2010
I’anah Lantai 3
9
PHBI & LANGUAGE FESTIVAL
Kamis-jum’at/ 25-26 februari 2010
Kampus Ponpes Condong
10
TABLIGH AKBAR MAULID NABI
Ahad /07 MARET 2010
Kampus Ponpes Condong
11
SIMON VII
Ahad/ 14 maret 2010
I’anah Lantai 3
12
Santri menulis kritikan dan masukan bagi OSPC
Selasa/ 15 maret 2010
Kampus Ponpes Condong
13
Ngecor bangunan di belakang kantor
Ahad/ 22 maret 2010
Kampus Ponpes Condong
14
Pertandingan Persahabatan dengan MAN Awipari
Jum’at/2 maret 2010
Kampus Ponpes Condong
15
Pengesahan undang-undang
Sabtu/3 Maret 2010
I’anah Lantai 2
16
Kunjungan dubes Brunei Darussalam
Senin/19 April 2010
Kampus Ponpes Condong
17
Pelantikan bantara
Kamis/22 April 2010
Taman makam pahlawan
18
Pelantikan Penggalang Ramu
Jum’at/ 07 Mei 2010
Kampus ponpes condong
19
Hut ambalan HsM dan SA
Jumat/21 mei 2010
Lapangan Basket
20
Ujian akhir smester genap
Sabtu-selasa/5-22 juni 2010
Kampus ponpes condong
21
PORAK(Pekan Olahraga Antar Angkatan)
Rabu-sabtu/23-26 juni 2010
Kampus ponpes condong
22
Perpindahan kamar
Jum’at/25 juni 2010
Kampus ponpes condong
23
Panggung karya siswa-siswi akhir SMP-SMA
Minggu-senin/27-28 juni 2010
Kampus ponpes condong
23
Pembagian Raport
Senin/ 28 juni 2010
Kampus ponpes condong
24
Libur semester genap
Senin-sabtu/ 28 juni-17 juli 2010
Rumah masing-masing
25
Training Kepemimpinan anggota OSPC
Selasa-Kamis/06-08juli 2010
Kampus ponpes condong
26
Penerimaan Santri  Baru
Kamis/ 15 Juli 2010
Kampus pompes condong
27
Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy
Senin-jum’at/ 19-23 juli 2010
Kampus ponpes condong
29
Kunjungan dari Pondok Modern Gontor I
Rabu-kamis/ 4-5 agustus 2010
Kampus ponpes condong
30
Pagelaran Seni Panggung Gembira
Minggu-senin/ 8-9 agustus 2010
Lapangan Basket RUMBLE
31
Upacara 17 agustus ke-65
Selasa/17 agustus 2010
Lapangan futsal RUW
32
Penzakatan santri condong
Sabtu/ 21 agustus 2010
OSPC
33
Pengetahuan Jurnalistik
Selasa/24 agustus 2010
I’anah LT 2
34
Razia Santri pra-perpulangan
Kamis/26 Agustus 2010
Kamar Santri
35
Pembukaan tadribul imamah wal khutbah

I’anah LT 2
36
Peringatan PHBI dan 10 Tahun pondok
Ahad/31 oktober 2010
Kampus ponpes condong
37
Olimpiade Bahasa Inggris (OBI)
Minggu/31 Oktober 2010
Kampus ponpes condong
38
Kunjungan dari  telkomsel